Sejarah dan Harga Ikan Cupang Nemo

Munculnya ikan cupang nemo baru satu tahun terakhir, tetapi pola dan harga yang memikat telah menarik market share Ikan cupang memiliki motif nemo ialah tipe baru yang tersebar di kelompok hobyis (penggemar) cupang hias akhir-akhir ini. Warna dan corak badannya yang memikat dan masih jarang-jarang, tengah dicari beberapa hobyis di tanah air. Corak unik ini, rupanya punyai riwayat narasi.

Dedi yang disebut salah satunya hobyis sekalian breeder (pemberbudidaya pembenih) cupang nemo menceritakan, cupang seringkali dilaksanakan kawin silang untuk memperoleh pola dan warna baru. “Kawin silang dari ikan cupang saat ini sering dikerjakan, dan sekarang ini mulai banyak tumbuh di kelompok hobyis dalam negeri yaitu cupang dengan branding nemo atau clown fish.

Nama Nemo karena diambil dari warna ikan cupang yang memiliki dasar warna dan corak seperti ikan nemo, ada warna kuning, merah, hitam dan yang lain,” terangnya. Harga juga dapat fenomenal, capai juta-an rupiah untuk per ekornya, yang salah satunya factornya karena ikan ini masih termasuk rare (sangat jarang). “Nilai jual cupang nemo ini bisa di harga sekitar Rp 750 ribu sampai Rp 3 juta. Bahkan juga dapat semakin bergantung dari pola yang dipunyai oleh ikan tersebut,” ungkapkan pria yang dikenali dengan pangilan Deeway Gembel dalam account media sosialnya ini. 

Macam Tipe Cupang nemo yang sangat jarang, papar Deeway, karena sebenarnya bukan datang dari dalam negeri. Cupang nemo sebagai asli dari negara tetangga, yaitu Thailand. Nemo sebagai hasil penelitian perkawinan silang di antara warna dasar atau warna primer yang sudah dilakukan oleh beberapa pemberbudidaya di Thailand. Penelitian yang sudah dilakukan bekerja bersama dengan pemerintahan Thailand. 

“Pada awal 2017, ikan jenis ini mulai perlahan masuk ke Indonesia lewat beberapa orang yang menggemari koleksi ikan cupang di Indonesia. Selanjutnya mulai diperbudidayakan dan ditebar ke pasaran lokal mulai tengah 2017,” jelas Deeway yang sebagai salah satunya aktris sosial media khusus mengulas mengenai cupang. Kelangkaan yang dipunyai ikan hias ini, jelas Deeway terdiri dari beragam kelompok. Yaitu berdasar pola dan corak nemo.

Yang pertama, tambah Deeway, ialah nemo dengan pola block vertikal warna merah, hitam, kuning. “Ada pula ikan jenis ini yang hanya memiliki warna merah dan kuning. Karena itu kelompok ini masuk ke kelompok yang harga termahal karena masih jarang,” katanya. Selanjutnya, yang ke-2 , ada nemo candy dengan pola merah dan kuningnya bersatu dengan warna lain; seakan ada corak warna ungu, biru dan pink hingga seperti terlihat permen. Corak ini karena itu dipanggil kelompok candy. Dan yang paling akhir ialah nemo leopard.

Dasar badan ikan cupang kombinasi warna kuning yang bersatu dengan warna jingga dan di sertai denngan beberapa titik merah dan bayangan di sekujur tubuh ikan ini, Sehingga Nemo leopard terlihat seperti macan tutul. “Walaupun pada dasarnya beberapa nama ini di berikan hanya untuk branding supaya ikan lebih gampang dikenali di kelompok hobyis maupun pemula.

Dan jadikan daya magnet untuk beberapa customer,” papar pria berdasar belakang sarjana ekonomi di salah satunya perguruan tinggi di Jakarta ini. Sayangnya, untuk indukan dari ikan cupang nemo ini masih harus diambil dari Thailand hal ini karena stock dan kualitas ikan dalam negeri yang masih belum dapat di percaya. Ia juga ikut memberi komentar berkenaan minimnya pengembangan kawin silang ini, apa lagi sampai menyangsikan kualitas indukan dalam negeri.

“Tapi terkadang sayangnya banyak beberapa breeder yang ada di Indonesia mempunyai pola pikir jika kita ingin melakukan perkawinan cupang jangan dengan lain tipe atau jenis. Seumpama cupang koi harus juga dengan koi, fancy dengan fancy. Walau sebenarnya strain akan dilahirkan jika berani lakukan perkawinan silang,” tutur Deeway.

Leave a Comment